Tak Terduga
Setiap hari bersama...
Suka dan duka dilalui bersama...
Tak ada kata bertengkar...
Itulah kehidupan yang dijalani Desta dan Richy.Mereka mulai sejak kecil selalu bersama bahkan mereka berdua duduk sebangku.
Kriiiiing...! bel berbunyi tanda masuk.Seluruh murid-murid masuk ke kelasnya masing-masing.Hari ini kelas Desta dan Richy terlihat tegang karena ada ulangan matematika.Setelah 60 menit berjalanakhirnya selesai juga karena bel istirahat berbunyi.
"Ke kantin yuk Des, aku laper nih habis ulangan matematika yang buat kepala pusing."ajak Richy pada Desta yang masih membereskan peralatan tulisnya.
"emm,nggak ah."jawab Desta.
" Ayo dong Des,masak kamu tega sih ngebiarin sahabat sendiri?"
" Oke,aku mau tapi kamu traktir ya...!"
" Ya gitu dong ." sambil menarik tangan Desta.
Mereka berdua asyik makan bakso di kantin dan sambil curhat.
"Des,nanti pulang bareng ya...?"
"Emang kamu gak bawa motor?"
"Gak,aku sengaja gak bawa motor karena aku pengen nemeni kamu,soalnya sudah lama kita gak pernah jalan bareng pulang sekolah." kata Richy sambil memohon.
"Ya sudah aku mau." kata Desta sambil tersenyum.
Kriiiing....! bel tanda pulang sudah terdengar.Mereka berdua jalan bareng menuju pintu gerbang.
Mereka sangat ceria hari itu,seperti tak ada masalah dalam hidupnya.Ketika mereka sedang asyik bergurau seakan-akan lupa keadaan.Sebuah mobil kijang berjalan dengan kencang dari arah belakang Desta,Richy yang mengetahui hal itu langsung menarik tangan Desta sampai jatuh kepinggir jalan.Richy pun tertabrakmobil tersebut,Desta melihat keadaan Richy yang tergeletak dengan tubuh mengenaskan,wajahnya tak terlihat lagi karena dipenuhi dengan cucuran darah yang terus mengalir.Desta langsung menangis dan tak percaya akan kejadian itu.
Segerombolan warga langsung menolong dan membantu membawa ke mobil ambulan.Desta menemani Richy dalam mobil ambilan sambil menangis beserta berdoa agar tuhan memberi kekuatan pada Richy.
Sampai dirumah sakit , Richy menghembuskaan nafas terakhirnya sambil berbisik"a-ku-sa-yang-sa-ma-ka-mu Des!"mendengar itu Desta langsung berteriak"jangan tinggalin aku Chy...!"
Desta tak pernah menyangka mengapa sahabat yang setia disampingnya pergi begitu cepatnya.
"Aku tak akan melupakanmu Richy,walaupun kau tak ada disampingku lagi,semoga kau tenang disana,aku berharap semoga nanti Tuhan mempertemukan kita kembali disana...!" ucap Desta saat duduk termenung ditaman sekolah.
(cerpen by sonia lia s.)